PEKANBARU – Ketua Forum Komunikasi Pemuka Masyarakat Riau (FKPMR), Dr. H. Chaidir, MM, menyayangkan disharmoni antara Gubernur Riau Abdul Wahid dan Wakil Gubernur Riau SF Hariyanto yang berpotensi berkembang menjadi konflik terbuka. Menurutnya, kondisi tersebut sangat memalukan dan merugikan daerah.
“Kita baca di media massa, meski belum melakukan penelusuran langsung, namun kita sangat menyayangkan. Ini jelas merugikan daerah dan membuat kita malu, malu kepada pemerintah pusat, malu kepada daerah lain,” ujar Chaidir saat ditemui di Gedung DPRD Riau, Selasa (1/7/2025).
Chaidir menegaskan bahwa solusi terbaik adalah Gubernur dan Wakil Gubernur segera berdamai dan mengesampingkan ego masing-masing demi kepentingan masyarakat luas.
“Mereka adalah orang-orang terhormat yang seharusnya mampu mengendalikan ego. Masyarakat sudah memberikan kepercayaan kepada mereka untuk memimpin daerah ini. Maka utamakanlah kepentingan rakyat Riau, bukan kepentingan pribadi,” pintanya.
Ia juga menyampaikan bahwa FKPMR siap mengambil peran sebagai mediator guna menjembatani komunikasi antara kedua pemimpin tersebut agar kembali sejalan.
“Kami akan berinovasi dan mencari cara agar bisa mendamaikan mereka. Jangan sampai konflik ini terus berlarut-larut dan merugikan masyarakat,” tutup Chaidir.
Pengamatan goriau.com sudah lama Gubernur Riau Abdul Wahid dan Wakil Gubernur SF tak terlihat bersama bahkan setiap acara yang tak sempat dihadiri Gubernur Riau seperti rapat paripurna dan acara seremonial tidak didelegasikan kepada Wakil Gubernur Riau SF Hariyanto, Abdul Wahid lebih memilih Pj Sekdaprov dan para asisten.





