Mahasiswa Unri Beri Hadiah Migor dan Jam Weker ke Gubri

Mahasiswa Unri berikan Migor kemasan dan jam weker kepada Gubri/Net

PEKANBARU- Mahasiswa Universitas Riau (Unri) memberikan hadiah Gubernur Riau (Gubri) Drs H Syamsuar MSi, Minyak Goreng (Migor) kemasan dan jam weker usai beraudiensi dengan Gubri, di Gedung Daerah, Senin (21/3/22).

Presiden Mahasiswa  (Presma) Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unri, Kaharuddin mengatakan, minyak goreng kemasan dua liter yang diberikan kepada Gubri tersebut dimaksudkan untuk mengingatkan pemerintah bahwa saat ini harga minyak goreng terus naik.

“Harga minyak goreng kemasan dua liter saat ini Rp49.900. Pemerintah jangan tinggal diam dengan hal ini, jangan mau kalah dengan oligarki,” ujarnya.

Sementara itu, untuk jam weker, sudah diset setiap pukul 14.00 WIB akan berbunyi. Hal tersebut untuk mengingatkan Gubernur dan Wakil Gubernur Riau Syamsuar-Edy Natar yang tinggal dua tahun lagi.

“Setiap jam 14.00 WIB, jam weker ini akan berbunyi. Ini untuk mengingatkan pak gubernur Riau bahwa masa pemerintahannya tinggal dua tahun lagi. Selesaikan program-program yang belum selesai,” sebutnya.

Sementara itu, Gubernur Riau Syamsuar mengatakan, khusus untuk Migor saat ini kuotanya yang mengatur adalah pemerintah pusat.

Namun pihaknya tetap berusaha melakuan pengawasan distribusinya.

“Untuk kuota minyak goreng kemasan yang mengatur pemerintah pusat, tapi kami tetap melakukan pengawasan agar distribusinya tepat sasaran,” ujarnya.

Guna menciptakan pemerintahan yang demokratis,  Gubri mengaku terbuka terhadap kritik dan saran yang membangun.

“Mereka (Aliansi mahasiswa-red) membuat kajian dan nanti akan kita lihat dan pelajari kajian tersebut untuk kepentingan masyarakat dan pembangunan provinsi yang kita cintai ini,” kata Gubri.

Gubri menegaskan bahwa secara umum janji-jani kampanyenya dulu telah bertahap ditunaikan, baik dari segi pendidikan, kesehatan maupun infrastruktur.

“Apa yang kami janjikan (saat kampanye-red) sudah kami jalankan, sudah ada yang dilaksanakan. Tapi adek-adek mahasiswa ini kan bilang, kalau masih ada satu saja yang belum terlaksana dianggap belum dilaksanakan semua. Ini ada persepsi berbeda saja,” jelasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *