Hasil Autopsi Brigadir J, Pengacara Sebut Nadi Sobek, Punggung Lebam

Kuasa Hukum keluarga Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak/Net

JAKARTA (Beritadigi.com)-Kuasa hukum pihak keluarga Brigadir Nopryansah Yosua Hutabarat alias Brigadir J mengungkap sejumlah hasil autopsi ulang yang telah dilakukan terhadap jenazah Brigadir J di RSUD Sungai Bahar, Jambi.

Kuasa Hukum keluarga, Kamaruddin Simanjuntak, mengungkapkan salah satu satu temuan itu adalah luka yang diduga sobekan di bagian urat nadi tangan kanan.

Menurutnya, temuan itu merupakan catatan dari dokter pihak keluarga yang ikut melihat proses autopsi ulang jenazah Brigadir J di RSUD Sungai Bahar.

“Kemudian di kanan ini juga ada diduga sobekan di urat nadi,” kata Kamaruddin kepada wartawan di Bareskrim Polri, Selasa (2/8).

Namun, lanjut dia, pihaknya belum bisa memastikan apakah luka tersebut merupakan akibat penyuntikan formalin terhadap jenazah Brigadir J

“Di situ masih polemik itu pemasangan formalin atau tidak,” ujarnya.

Selain itu, Kamaruddin mengatakan luka berupa lebam di bagian punggung juga ditemukan

“Kemudian di punggung. Kemudian kanan ini lebam-lebam,” katanya.

Dia juga menyebut pergelangan tangan Brigadir J patah. Kondisi serupa juga terlibat di jari kelingking dan jari manis.

“Pergelangan tangan ini patah. Kemudian jari ini dipatah-patahkan. Jari kelingking, jari manis, dipatah-patahkan,” kata dia kepada wartawan usai menjalani pemeriksaan di Bareskrim Polri, Selasa (2/8).

Kamaruddin mengaku tidak tahu penyebab beberapa luka pada jenazah ajudan Kadiv Propam nonaktif Irjen Pol Ferdy Sambo itu. Beberapa luka itu, kata dia, sama sekali tidak menunjukkan terjadi akibat bekas luka tembakan.

Ia diketahui tewas usai ditembus lebih dari lima timah panas yang dilepaskan juniornya sekaligus sesama ajudan Sambo, Bhayangkara Dua (Bharada) E. Keduanya terlibat adu tembak di rumah dinas Sambo di Kompleks Polri Duren Tiga, Jakarta Selatan.

“Kemudian juga luka, ini jauh dari peluru. Peluru tadi kan di kepala, di leher, di dada, sama pergelangan. Kenapa ini luka di sininya? Kenapa ini patah?” Kata dia.

Luka-luka serupa, lanjut dia, juga terlihat di beberapa bagian tubuh lain, seperti lebam di bagian kaki, retakan di tengkorak kepala, luka sobek di area mata, hingga di pelipis.

“Dokter belum tahu penyebabnya, maka diambil sampelnya untuk diperiksa di lab. Nah itu nanti finalnya oleh dokter forensik,” kata dia.

Kamaruddin mengatakan laporan tersebut didapat dari dua dokter perwakilan keluarga yang dikirim untuk mencatat hasil autopsi kedua Brigadir J. Keduanya diberi wewenang untuk mengamati dan mencatat hasil autopsi. Hasilnya kemudian disampaikan kepada keluarga.

“Merekalah mencatat apa yang diperbincangkan oleh dokter dokter forensik misalnya kedalamannya 12 cm ya dicatat,” kata Kamaruddin.

Dihubungi terpisah Kadiv Humas Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo tak mau berkomentar terkait hal itu. Ia meminta agar hasil autopsi ulang menunggu hasil lab forensik dan keterangan dokter yang berkompeten.

“Nanti nunggu hasil lab di PDFI yang berkompeten untuk menyampaikan,” katanya.

Ia meminta semua pihak menunggu hasil autopsi ulang resmi dari pihak yang berkompeten. Sejauh ini, pihak dokter juga belum membeberkan hasil autopsi.

“Nanti nunggu hasil laboratorium di PDFI [Persatuan Dokter Forensik Indonesia] yang berkompeten untuk menyampaikan,” ujarnya

 

Sumber:cnn

Editor:Edi Gustien

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *