Tanpa Kehadiran Ketua Fraksi Golkar, DPRD Riau Sampaikan Permintaan Maaf dan Pastikan Islah Parisman-Eet

PEKANBARU – Pimpinan DPRD Provinsi Riau secara resmi menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas insiden keributan yang terjadi di Gedung DPRD Riau dan melibatkan pendukung dua anggota DPRD dari Fraksi Partai Golkar, Parisman Ikhwan dan Indra Gunawan Eet. Namun, dalam konferensi pers tersebut, Ketua Fraksi Golkar DPRD Riau Naladia Ayu Rokan tidak tampak hadir, sehingga menjadi perhatian tersendiri di tengah upaya penyelesaian konflik.

Permohonan maaf disampaikan langsung Ketua DPRD Riau Kaderismanto sebagai bentuk tanggung jawab moral lembaga sekaligus komitmen menjaga marwah DPRD sebagai rumah rakyat. Bersamaan dengan itu, DPRD memastikan proses perdamaian atau islah antara Parisman Ikhwan dan Indra Gunawan Eet akan segera difasilitasi melalui koordinasi dengan Fraksi Partai Golkar dan DPD Partai Golkar.

Dalam konferensi pers tersebut, Kaderismanto didampingi Ketua Badan Kehormatan Imustiar, Ketua Fraksi Gerindra Ginda Burnama, Ketua Fraksi PAN Diski, Ketua Fraksi PDIP Ma’mun Solikhin, Ketua Fraksi NasDem Munawar, Ketua Fraksi Demokrat Dodi Saputra, serta Anggota Komisi I Andi Darma Taufik juga Sekwan DPRD Riau Renaldi.

“Yang pertama kami tentu berkoordinasi dengan Fraksi Partai Golkar, kemudian juga dengan Partai Golkar. Hasil koordinasi itu nanti akan kami sampaikan kepada teman-teman. Apakah proses perdamaian ini nantinya akan kita laksanakan di DPRD, saat ini masih kami bahas,” ujar Kaderismanto kepada wartawan, Jumat (17/7/2026).

Menurutnya, meski kedua anggota DPRD tersebut telah lebih dahulu menyampaikan permohonan maaf secara pribadi, DPRD sebagai institusi merasa perlu menyampaikan permohonan maaf secara resmi kepada seluruh masyarakat Riau.

“Hari ini secara kelembagaan kami memohon maaf kepada seluruh masyarakat Provinsi Riau. Walaupun secara pribadi sahabat kita Pak Parisman dan Pak Indra Gunawan sudah menyampaikan permohonan maaf, namun sebagai lembaga kami juga merasa perlu menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat,” katanya.

Kaderismanto optimistis proses islah dapat segera terlaksana setelah koordinasi dengan Partai Golkar rampung.
“Insyaallah perdamaian akan kita laksanakan secepat mungkin. Kami sedang berkoordinasi dengan Fraksi Partai Golkar agar prosesnya berjalan dengan baik,” tegasnya.

Keributan Disebut Terjadi Secara Spontan
Ketua DPRD Riau menegaskan insiden tersebut bukan konflik yang telah direncanakan. Menurutnya, keributan bermula dari perbedaan pendapat dalam rapat yang berkembang menjadi kesalahpahaman hingga memicu emosi sesaat.

“Selama ini tidak pernah terjadi apa-apa. Kemarin hanya berbeda pendapat, kemudian ada bahasa yang mungkin ditanggapi berbeda sehingga menimbulkan ketersinggungan. Itu terjadi spontan, bukan sesuatu yang direncanakan,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa setiap anggota DPRD memiliki hak menyampaikan pandangan, kritik, maupun masukan dalam forum resmi yang dilindungi oleh peraturan perundang-undangan dan tata tertib DPRD.

Selain mendorong proses perdamaian, DPRD memastikan mekanisme internal tetap berjalan. Badan Kehormatan (BK) akan memproses persoalan tersebut sesuai Tata Beracara BK Nomor 2 Tahun 2022.

“Proses berikutnya tentu sesuai dengan tata beracara yang berlaku. Tata Beracara Badan Kehormatan Nomor 2 Tahun 2022 sudah mengatur seluruh mekanisme yang harus dijalankan,” ujar Kaderismanto.

Sebagai tindak lanjut, DPRD Riau juga akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem keamanan gedung. Standar Operasional Prosedur (SOP) pengamanan akan diperketat, termasuk pemeriksaan identitas setiap tamu yang memasuki kompleks DPRD.

“Semua masyarakat tetap boleh datang ke DPRD karena ini rumah rakyat. Tetapi ke depan SOP pengamanan akan diperketat agar identitas setiap tamu dapat diketahui dengan jelas sehingga kejadian serupa tidak terulang,” katanya.

Meski demikian, DPRD menegaskan lembaga legislatif tetap terbuka bagi masyarakat yang ingin menyampaikan aspirasi secara tertib sesuai ketentuan yang berlaku.

Terkait dampak keributan, pimpinan DPRD menyebut hanya satu orang mengalami luka dan kondisinya terus membaik setelah mendapatkan perawatan medis.

“Korban hanya satu orang. Alhamdulillah kondisinya baik dan sedang menjalani perawatan. Tidak mengalami luka yang serius,” ungkap Kaderismanto.

Sementara terhadap pihak-pihak luar yang diduga terlibat dalam insiden tersebut, DPRD akan melaporkannya kepada kepolisian dan menyerahkan sepenuhnya proses penyelidikan kepada aparat penegak hukum.

Kaderismanto juga meluruskan informasi yang beredar bahwa rapat saat insiden terjadi bukan rapat pembahasan anggaran, melainkan rapat pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2025.

Melalui permohonan maaf resmi, percepatan proses islah, evaluasi sistem pengamanan, serta penghormatan terhadap proses hukum yang sedang berjalan, DPRD Riau berharap kepercayaan masyarakat terhadap lembaga legislatif dapat segera pulih dan peristiwa serupa tidak kembali mencoreng marwah rumah

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *