BANDARSEIKIJANG – Prestasi membanggakan kembali diraih oleh SMKN 1 Bandar Seikijang, Kabupaten Pelalawan, Riau. Siswi jurusan Akuntansi, Rahma Fitriani, sukses meraih Juara 1 cabang Monolog dalam ajang Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) tingkat Provinsi Riau tahun 2025, yang berlangsung pada Juli lalu di Hotel Furaya, Pekanbaru.
Kemenangan ini bukan sekadar prestasi biasa. Di balik piala dan piagam, tersimpan kisah perjuangan, dedikasi, dan kekuatan ekspresi seorang remaja daerah yang berhasil mencuri perhatian juri dan penonton dengan kemampuannya membawakan cerita penuh emosi dan makna.
“Mak Tijah”, Suara Sunyi dari Pondok Tua
Dalam lomba tersebut, Rahma membawakan monolog berjudul “Mak Tijah”, naskah yang mengangkat kisah tragis seorang ibu yang ditinggal pergi anak satu-satunya, Sakya. Dikisahkan, Mak Tijah menunggu dengan setia di sebuah pondok tua yang sunyi, menatap jalan tanah yang tak lagi dilalui anaknya. Monolog itu menjadi potret luka, harapan yang tak padam, serta ketegaran hati seorang ibu di tengah keterasingan.
Dengan teknik vokal yang stabil, gestur tubuh yang kuat, dan penguasaan panggung yang matang, Rahma menghidupkan sosok Mak Tijah seolah nyata hadir di hadapan penonton. Penampilannya mampu menggugah emosi, menghadirkan keheningan penuh haru di ruang pertunjukan, dan akhirnya menuai tepuk tangan panjang dari juri serta penonton.
“Saya merasa hidup saya sudah menyatu dengan tokoh Mak Tijah. Sekarang saya bukan lagi Rahma, saya adalah Mak Tijah yang terus menunggu,” ujar Rahma dengan mata berbinar, mengenang proses pendalaman peran yang ia jalani selama berbulan-bulan.
Dari Pelalawan untuk Indonesia
Perjalanan Rahma menuju panggung provinsi bukanlah hal mudah. Ia harus melewati proses seleksi ketat dari tingkat sekolah, lalu kabupaten, dan akhirnya bersaing dengan puluhan peserta dari seluruh Riau. Di setiap tahap, ia menunjukkan konsistensi, kematangan, dan semangat belajar yang tinggi.
Latihan demi latihan dijalani tanpa kenal lelah. Bersama tim pelatih dan guru pendamping, ia menjalani proses artistik yang melelahkan namun memuaskan. Tidak hanya belajar teknik akting, Rahma juga memperdalam makna naskah, memahami psikologi tokoh, dan membangun koneksi batin dengan cerita yang dibawakannya.
“Latihan kami sangat intens. Ada tangis, ada tawa, ada kelelahan. Tapi Rahma selalu kembali ke naskah, mencari makna baru dari setiap kata,” ungkap salah satu pelatihnya.
Optimisme Menuju Nasional
Keberhasilan Rahma di tingkat provinsi membuka jalan menuju panggung nasional. Ia akan mewakili Provinsi Riau dalam ajang FLS2N tingkat nasional yang akan digelar pada September 2025 mendatang. Menanggapi kesempatan ini, Kepala SMKN 1 Bandar Seikijang, Lili Puspita Sari, S.Pd., M.M., menyampaikan rasa bangga dan optimisme tinggi.
“Ini bukan sekadar lomba, ini pembuktian bahwa siswa dari daerah juga bisa bersinar di level nasional. Kami sangat bangga dan siap mendukung Rahma sepenuhnya,” ujar Kepala Sekolah termuda di Riau tersebut.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa persiapan menghadapi nasional tidak main-main. “Kami terus berupaya, latihan setiap hari. Bahkan, seluruh warga sekolah ikut mendukung secara moral dan teknis. Ini bukan mimpi yang mustahil. Kami yakin, dengan kerja keras, doa, dan dukungan dari berbagai pihak, InsyaAllah Rahma bisa membawa pulang Juara Nasional untuk Riau.”
Pihak sekolah juga mengapresiasi dukungan dari Dinas Pendidikan Provinsi Riau yang telah memfasilitasi proses pembinaan, khususnya dalam penyediaan pelatih dan materi pendalaman. Sinergi ini menjadi kunci utama dalam mempersiapkan Rahma menuju panggung nasional yang kompetitif.
Penutup: Suara dari Pinggiran yang Menggetarkan
Rahma Fitriani adalah simbol dari suara-suara pinggiran yang selama ini tak terdengar. Ia membawa pesan bahwa seni bukan hanya milik kota besar. Di desa kecil, di sekolah negeri pelosok, ada jiwa-jiwa besar yang siap bersinar, asal diberi ruang dan dukungan.
Dengan naskah sederhana namun menyentuh, Rahma telah menunjukkan bahwa kekuatan seni adalah kekuatan rasa, dan kekuatan rasa bisa lahir dari siapa saja, di mana saja. Kini, harapan besar mengiringi langkahnya menuju panggung nasional: membawa nama SMKN 1 Bandar Seikijang, Kabupaten Pelalawan, dan Provinsi Riau harum di tingkat Indonesia.
Mari kita dukung Rahma, suara Mak Tijah dari Riau, untuk Indonesia.




