Pemilihan Duta Literasi Mei 2025 SMAN 18 Berlangsung Meriah

PEKANBARU — Kegiatan Pemilihan Duta Literasi yang digelar oleh Perpustakaan Ar-Raafi SMAN 18 Pekanbaru kembali berlangsung meriah pada bulan Mei 2025. Kegiatan ini merupakan tahap kedua dari program literasi bulanan yang telah dimulai sejak Maret 2025 dan akan rutin dilaksanakan setiap bulan.

Program ini bertujuan untuk menumbuhkan budaya membaca di kalangan siswa. Setiap siswa diwajibkan membaca satu buku yang telah disediakan oleh Tim Literasi Perpustakaan. Kemudian, masing-masing kelas menunjuk dua perwakilan—satu putra dan satu putri—untuk membuat resume dari buku tersebut.

Resume yang telah dibuat kemudian dipublikasikan oleh Tim Literasi melalui media informasi sekolah, yaitu Kominfo Smandelas. Proses ini dimulai setiap tanggal 1, saat link buku digital dikirimkan ke para wali kelas untuk diteruskan ke siswa. Lalu, pada tanggal 5, wali kelas mengirimkan nama-nama perwakilan dari masing-masing kelas ke tim literasi. Resume para perwakilan dikumpulkan pada tanggal 15.

Puncak kegiatan berlangsung setiap akhir bulan, tepatnya pada Selasa pagi, dalam bentuk Talkshow Literasi yang sekaligus menjadi momen pengumuman Duta Literasi Putra dan Putri. Dalam talkshow ini, para pemenang tampil bersama kepala sekolah dan wali kelas di hadapan seluruh siswa untuk berbincang seputar buku yang telah mereka baca.

Untuk edisi bulan Mei 2025, pemenang Duta Literasi adalah:
• Putra: Rendy Fransiskus Siallagan (kelas XI IPS 1)
• Putri: Maimanah Al Kesya (kelas X.1)

Kepala SMAN 18 Pekanbaru, Dr. Wan Roswita, M.Pd., menyampaikan apresiasi terhadap semangat para siswa dalam mengikuti program ini.

“Ini harus terus dipertahankan, karena dengan membaca lah kita mampu meningkatkan kemampuan dan kompetensi kita,” ujar beliau dengan antusias.

Sementara itu, Kepala Perpustakaan Ar-Raafi, Amirullah, S.Pd., menyatakan bahwa pihaknya terus berupaya secara masif untuk menumbuhkan minat baca siswa.

“Buku pilihan kedua untuk bulan Mei ini adalah novel karya Mochtar Lubis berjudul Harimau! Harimau!. Buku ini sangat menarik untuk dianalisis dari sisi moral dan psikologi tokohnya,” jelasnya.

Kegiatan ini diharapkan mampu menjadi wadah ekspresi, literasi, dan apresiasi siswa terhadap bacaan, serta membangun tradisi berpikir kritis dan berdiskusi yang sehat di lingkungan sekolah.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *