Kambing Bantuan  PT MUP Berhasil Dikembangkan Peternak di Pelalawan

Kambing bantuan PT MUP yang berhasil dikembangkan oleh masyarakat dus desa di Kecamatan Langgam, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau/ Istimewa

PEKANBARU (Beritadigital)-Bantuan ternak kambing kepada peternak yang berasal dari Desa  Sotol  dan Desa Penarikan di Kecamatan Langgam, Kabupaten Pelalawan, Riau,  pada Agustus 2021, saat ini mulai membuahkan hasil.

Hal ini disampaikan oleh Pak Epen, peternak  dari Desa Sotol pada saat kunjungan Koordinator CSR PT MUP, Eko Budi Christyanto pada 12 Maret 2022.

“Alhamdulillah, kami berterima kasih kepada PT MUP atas kesempatan yang diberikan PT MUP untuk kami beternak kambing.  Ini sangat berarti bagi kami , karena ternak ini kami akan mendapatkan tambahan pendapatan. Apalagi 2 ekor kambing yang diberikan kepada saya pada Agustus 2021, yang satu sudah melahirkan pada November 2021, dan yang seekor lagi saat ini sedang hamil. Insya Allah 4 bulan lagi akan melahirkan juga,” ujar Pak Epen, peternak Desa Sotol.

Hal senada juga disampaikan oleh Koordinator CSR PT MUP, Eko Budi Christyanto saat melakukan kunjungan ke peternak penerima bantuan di Desa Sotol pada 12 Maret 2022. Menurut pak Eko, selain Pak Epen, ada juga peternak dari Desa Penarikkan yang menginformasikan bahwa ternak bantuan yang diberikan juga sudah berhasil berkembangbiak.

“Baantuan  ternak kambing yang diberikan oleh PT MUP pada Agustus 2022 merupakan salah satu bentuk  CSR PT MUP yang diberikan kepada peternak yang kurang  mampu di Desa Sotol, Desa Penarikan , Desa Pangkalan Gondai Desa Kec. Langgam dan Desa Segati setelah terlebih dahulu berkoordinasi dengan pemerintah desa terkait. Kita bersyukur saat ini sudah mendapatkan laporan dari 2 orang peternak  yang telah berhasil   mengembangkan  ternaknya. Salah satunya pak Epen dari Desa Sotol dan Pak Dotul dari Desa Penarikan,” imbuh Eko.

Sementara itu, GM PT MUP Herman Sembiring menyambut baik atas keberhasilan yang dicapai peternak.

“Kami bersyukur atas keberhasilan peternak yang bisa merawat ternaknya hingga berhasil berkembangbiak.  Sebab tujuan dari bantuan CSR ternak kambing ini adalah untuk memberikan penghasilan tambahan bagi peternak yang kurang mampu. Sehingga apabila mereka berhasil mengembangkan ternaknya, artinya mereka akan mendapatkan penghasilan tambahan yang kami harapkan bisa membantu meringankan beban ekonomi peternak itu sendiri,” ujar Herman Sembiring.

Herman juga menambahkan bahwa PT MUP senantiasa melakukan beragam program CSR secara berkelanjutan baik dibidang pendidikan, kesehatan, perkonomian, infrastruktur dan sosial.

“PT MUP senantiasa menjalankan beragam program CSR secara berkelanjutan baik dibidang pendidikan, dengan memberikan beasiswa, bantuan renovasi sekolah dan lainnya. Bantuan dibidang Kesehatan, dengan melakukan pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat desa sekitar. Bidang perekonomian seperti ternak kambing. Sebelumnya juga ada budidaya ikan dengan bioflog dan lainnya. Bantuan infrasturktur melalui kegiatan perbaikan jalan rusak di desa sekitar, dan bantuan sosial berupa paket dhuafa, safari ramadhan dan masih banyak lagi. ,” ujar Herman Sembiring menutup keterangannya.

Sekilas Mengenai Asian Agri:

Asian Agri merupakan salah satu perusahaan swasta nasional terkemuka di Indonesia yang memproduksi minyak sawit mentah (CPO) sejak tahun 1979. Hingga kini Asian Agri mengelola 100.000 hektar kebun kelapa sawit dan mempekerjakan 25.000 orang.

Sebagai perintis program Pemerintah Indonesia Perkebunan Inti Rakyat Transmigrasi (PIR-Trans), Asian Agri telah bermitra dengan 30.000 petani plasma di Riau dan Jambi yang mengelola 60.000 hektar kebun kelapa sawit, serta membina kemitraan dengan petani swadaya untuk membawa dampak positif terhadap kesejahteraan dan peningkatan ekonomi petani.

Dengan menerapkan kebijakan tanpa bakar dan praktik pengelolaan kebun secara berkelanjutan, Asian Agri membantu petani mitra untuk meningkatkan produktivitas, hasil panen, kemamputelusuran rantai pasok, sekaligus mendukung mereka memperoleh sertifikasi. Pabrik Asian Agri menerapkan teknologi terbaik memanfaatkan energi hijau yang dihasilkan secara mandiri, dalam rangka meminimalisasi emisi gas rumah kaca.

Lebih dari 86% dari perkebunan inti Asian Agri di Provinsi Sumatera Utara, Riau & Jambi serta 100% perkebunan petani plasma di Provinsi Riau & Jambi telah bersertifikat RSPO (Roundtable on Sustainable Palm Oil). Pada saat yang sama, ISCC (International Sustainability & Carbon Certification) telah dicapai oleh seluruh kebun baik yang dimiliki oleh Asian Agri maupun petani binaannya. Seluruh unit bisnis dalam naungan Asian Agri telah memperoleh sertifikat ISPO (Indonesian Sustainable Palm Oil).

Keberhasilan Asian Agri menjadi salah satu perusahaan produsen CPO terkemuka telah diakui secara internasional dengan sertifikasi ISO 14001 untuk semua operasinya. Learning Institute di Pelalawan, Riau, serta pusat pembibitan di Kampar, Riau, juga telah bersertifikat ISO 9001. Selain itu, pusat penelitian dan pengembangan Asian Agri di Tebing Tinggi juga telah memperoleh sertifikasi oleh International Plant – Analytical Exchange di lab WEPAL di Wageningen University di Belanda, untuk standar yang tinggi. (rls)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *