PT HKS Batalkan Kerjasama Digital Pendidikan dengan Nilai Rp10,5 M, Indra Syarif Bungkam

Surat PT HKS yang menyatakan membatalkan kerjasama dengan sekolah tentang program Digitalisasi Pendidikan/Istimewa

PEKANBARU (Beritadigital)- Beredar surat PT Hizrateknologi Konsultan Servis  (HKS) membatalkan tawaran Kerjasama dengan Kepsek SMA/SMK di Riau, tentang program digitilisasi pendidikan.

Dalam surat tersebut tertulis pembatalan jasa layanan digital dan aplikasi  smart e-laerning berikut isi petikan pembatalan  tersebut

“Dikarenakan adanya suatu hal, maka kami membatalkan penawaran kerjasama  layanan digitalisasi kepada Bapak/Ibu. Harapan kami semoga Bapak/Ibu kedepan tetap dapat mensukseskan kegiatan digitalisasi Pendidikan  di Provinsi Riau dalam mendukung Riau Digital menyongsong era industri 4.0”

Namun anehnya surat tertanggal 18 Maret tersebut tidak dituliskan untuk siapa dan tidak mencatumkan nama pembuat surat hanya nama perusahaan dan tanda tangan tanpa nama.

Selain itu PT HKS juga menyatakan tidak pernah mengatasnamakan Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Riau maupun Disdik Kabupaten/Kota untuk penawaran program tersebut.

Sementara itu Kepala Disdik Provinsi Riau, DR Kamsol ia mengatakan belum mengetahuinya, “ Saya belum cek, terimakasih, infonya,” ujarnya.

Sekretaris pelaksana dana BOS Disdik Provinsi Riau, Indra Syarif ditanya apakah dirinya sudah menerima surat tersebut melalui pesan Whattshap, hingga berita ini dimuat ia belum menanggapinya.

Sebelumnya diberitakan redaksi beritadigi.com,  program ini mendapat penolakan oleh para Kepsek karena anggarannya besar, program ini diperkirakan memakan anggaran BOSDA sekitar Rp35-45 juta persekolah.

Jika dikalikan dengan jumlah SMA/SMK  di Riau sebanyak 300 sekolah, total dana yang BOSDA yang “Dimakan” oleh satu-satunya vendor yang diduga ditunjuk oleh Disdik Provinsi Riau,  yakni PT Hizrateknologi Konsultan Servis (HKS) sebanyak Rp10.500.000.000 (Rp35.000.000X300=Rp10.500.000.000).

Untuk mensukseskan kegiatan ini pada Rabu-Sabtu 5 Maret 2022 PT HKS mengundang para Kepsek untuk sosialisasi sekaligus melakukan MoU di Hotel Hollywood Pekanbaru, pada kegiatan tersebut tidak satupun terlihat pejabat Disdik Riau, namun  hanya ada satu orang yang diduga staf ahli Kadisdik Kamsol, berinisial AB.

 

Pewarta : Edi Gustien

BACA JUGA:

Dana BOS Diduga ‘Dirampok’ dengan Berbagai Program

Oknum Pegawai Cabdis Disdik Riau Wilayah I, Diduga Lakukan Pungli ke Beberapa Sekolah

Di Rakor Penggunaan Dana BOS, Disdik Riau Diduga “ Palak” Para Kepsek Rp400 Ribu

Kamsol:  Sekolah MoU dengan Pihak ke Tiga Gunakan BOSDA Harus Persetujuan Disdik Provinsi Riau

Terima Laporan Aneh-aneh, Penggunaan Dana BOSDA Menjadi Perhatian Serius DPRD Riau

Pos terkait