Penulis:
• Anna Mardhiyyah Haq, S.Pd
• Reni Putri, S.Pd
• Wahyudi, S.Pd
• Amirullah, S.Pd
(Mahasiswa S2 Pedagogi Filsafat Pendidikan Universitas Lancang Kuning)
SMAN 18 Pekanbaru telah memulai langkah progresif dalam membentuk karakter siswa melalui empat program unggulan yang telah berjalan sepanjang tahun ajaran 2024/2025. Keempat program ini tidak hanya sejalan dengan arah kebijakan Kurikulum Merdeka yang menekankan pada profil Pelajar Pancasila, tetapi juga merefleksikan nilai-nilai mendalam dari filsafat pendidikan yang berakar pada agama dan seni.
- Star of The Month: Mewujudkan Etika Keutamaan (Virtue Ethics)
Program Star of the Month adalah bentuk konkret dari pendidikan karakter melalui apresiasi bulanan bagi siswa yang menunjukkan keunggulan tertentu sesuai tema. Ini selaras dengan filsafat idealisme dan etika keutamaan yang dikembangkan oleh Aristoteles, yakni bahwa pendidikan bertujuan membentuk karakter mulia (arete).
Dari sisi agama, Rasulullah SAW bersabda:
“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi sesama.” (HR. Ahmad)
Melalui apresiasi digital berbasis Google Form, sekolah telah mendemonstrasikan integrasi teknologi dalam pembinaan karakter, dengan tetap menekankan pada nilai-nilai luhur yang berakar dari ajaran agama dan keindahan seni apresiatif.
- Zero Indisipliner: Filsafat Ketertiban dan Moral Sosial
Program ini berfokus pada pencapaian kolektif kelas dalam menekan angka pelanggaran disiplin. Di sinilah filsafat realisme menemukan tempatnya—bahwa kehidupan sosial menghendaki keteraturan, dan pendidikan harus mencerminkan dunia nyata dengan nilai-nilai moral yang diinternalisasikan.
Menurut filsuf Thomas Aquinas, dalam kerangka filsafat skolastik, hukum Tuhan dan hukum sosial tidak dapat dipisahkan; kedisiplinan adalah jalan menuju kebaikan bersama (bonum commune).
Praktik penghargaan bergilir dan sertifikat adalah ekspresi seni dalam pendidikan, karena ia menghidupkan makna simbolis, estetis, dan motivasional bagi siswa.
- One Subject One Medali: Pragmatisme, Karya, dan Kemuliaan Kompetisi
Program ini menegaskan bahwa setiap bidang studi dan kegiatan siswa layak diarahkan menuju prestasi konkret. Ini mencerminkan filsafat pragmatisme dari John Dewey, yang menyatakan bahwa pengetahuan harus diuji melalui aksi dan hasil nyata.
Kompetisi seni, olahraga, dan akademik menumbuhkan rasa percaya diri, solidaritas, serta semangat kerja kolektif. Hal ini juga sejalan dengan prinsip Islam:
“Sesungguhnya Allah mencintai hamba yang jika bekerja, ia menyempurnakannya.” (HR. Baihaqi)
Dengan demikian, medali bukan sekadar simbol, melainkan wujud nyata bahwa seni dan ilmu saling menguatkan dalam pendidikan yang bermakna.
- Peduli Literasi: Estetika Membaca dan Kearifan Intelektual
Literasi bukan hanya keterampilan membaca, tetapi cara hidup yang menghargai makna dan pemahaman. Program Duta Literasi yang diselenggarakan perpustakaan Ar-Raafi merupakan penegasan bahwa membaca adalah jalan menuju peradaban.
Dalam pandangan filsafat eksistensialisme, membaca adalah tindakan membangun kesadaran diri. Sementara dari sisi Islam, wahyu pertama adalah:
“Iqra’ Bacalah!” (QS. Al-‘Alaq: 1)
Literasi juga sarat dengan nilai estetika: ia menumbuhkan imajinasi, empati, dan kepekaan. Pemilihan satu putra dan satu putri dari tiap kelas sebagai duta literasi bukan hanya mendemokratisasi semangat baca, tetapi juga menyentuh sisi etis dan artistik dari pendidikan.
Kesimpulan: Mendidik dengan Jiwa, Menghargai dengan Nilai
Empat program SMAN 18 Pekanbaru ini bukan hanya inovatif secara manajerial, tetapi juga berakar kuat pada nilai-nilai filsafat pendidikan, terutama yang berorientasi pada agama dan seni. Pendidikan sejatinya bukan sekadar transmisi pengetahuan, melainkan proses membentuk manusia seutuhnya secara etis, estetis, spiritual, dan sosial.
Dengan menjalankan program-program ini secara konsisten, SMAN 18 Pekanbaru telah memelopori model pendidikan yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga bernilai.
Daftar Referensi
• Aristoteles. Nicomachean Ethics.
• John Dewey. Democracy and Education.
• Thomas Aquinas. Summa Theologica.
• Al-Qur’an surah Al-‘Alaq ayat 1.
• Hadis Riwayat Ahmad, Baihaqi.
• Kemendikbudristek. (2022). Profil Pelajar Pancasila dalam Kurikulum Merdeka.
• Freire, Paulo. Pedagogy of the Oppressed.
