JAKARTA (Beritadigi.com)- Ratusan orang dari berbagai organisasi Islam menggeruduk kantor Kedutaan Besar (Kedubes) India yang berada di Gama Tower, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat sore (17/6). Pantauan Kantor Berita Politik RMOL, ratusan massa aksi yang mengenakan pakaian umat Islam beramai-ramai menutup satu jalur, yakni jalur lambat di Jalan HR Rasuna Said.
Aksi yang dinamakan dengan Aksi 1706 Bela Nabi Muhammad SAW ini mengutuk keras atas penghinaan agama Islam dan Nabi Muhammad SAW yang dilakukan oleh politisi India, Nupur Sharma. Mereka sudah berada di depan Gama Tower sejak pukul 13.40 WIB. Dan hingga saat ini, orasi masih berlangsung dan berhenti saat kumandang Adzan Sholat Ashar.
Massa aksi yang tergabung dari Front Persaudaraan Islam (FPI), GNPF Ulama, dan Persaudaraan Alumni (PA) 212 dan organisasi Islam lainnya akan menggelar Sholat Ashar di jalan dekat mobil komando.
Usai tak ditemui oleh Duta Besar India untuk Indonesia, Front Persaudaraan Islam (FPI), GNPF Ulama dan Persaudaraan Alumni (PA) 212 serta organisasi Islam lainnya ancam kembali geruduk kantor Kedubes India lebih besar lagi jika tidak ada respon. Hal itu disampaikan oleh Koordinator Lapangan (Korlap) Aksi 1706, Very Koestanto usai keluar dari Gedung Gama Tower, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat sore (17/6).
Very mengatakan, delegasi Aksi 1706 sebanyak empat orang tidak dapat bertemu dengan Dubes ataupun perwakilan Kedubes India karena sedang tidak berada di tempat atau di kantor Kedubes yang diketahui menyewa di Gama Tower.
“Diterima oleh manajemen Gedung. Walaupun tentunya, kami berharap sebetulnya bisa langsung ketemu dengan Duta Besar India. Namun tadi sudah disampaikan oleh Kiai Awit, bahwa Kedutaan Besar India ini pengecut,” ujar Very dari atas mobil komando dan disambut teriakan “usir” dari ratusan massa aksi.
Meski tidak ditemui oleh Dubes atau perwakilan Kedubes India, delegasi Aksi 1706, kata Very, sudah menitipkan surat yang berisi sikap FPI, GNPF Ulama dan PA 212 kepada pihak manajemen Gama Tower.
“Manakala tidak ada respon dari Kedutaan Besar India, berarti kita siap-siap untuk melakukan turun lagi lebih besar,” tegasnya.
Padahal, lanjutnya, pihak panitia sudah taat hukum. Di mana, dua hari sebelumnya, pihaknya sudah mendatangi Kedubes India untuk menyampaikan surat secara resmi agar perwakilan Aksi 1706 diterima.
Akan tetapi, pihaknya mendapatkan respon bahwa surat harus mendapatkan referensi dari Kementerian Luar Negeri RI agar surat berisi sikap dapat diterima.
“Berarti, dia juga tidak taat kepada pemerintah Indonesia. Kalau begitu caranya, perlu diusir itu,” tandasnya.
