KAMPAR (Beritadigital)- PT Tunggal Yunus Estate turut terlibat dalam memeriahkan Hari Jadi Kabupaten Kampar ke 72 tahun. Perusahaan perkebunan kelapa sawit yang tergabung dalam Asian Agri Group tersebut membantu beras sebanyak 400 kilogram.
“Kami (Pemerintah kabupaten Kampar) mengucapkan terima kasih kepada Asian Agri beserta unit bisnisnya PT Tunggal Yunus Estate, Topaz yang telah berkontribusi dalam Hari Jadi Kampar ke 72 tahun,” ucap Idrus selaku Kabid Usaha Dinas Perkebunan (Disbun) Kabupaten Kampar, Kamis, 17 Maret 2022.
Idrus menambahkan, bantuan beras ini akan disalurkan kepada masyarakat yang kurang mampu ke seluruh pelosok desa di wilayah Kampar.
“Beras bantuan Asian Agri bersamaan dengan bantuan dari perusahaan lain berupa minyak goreng, telur dan susu akan disalurkan ke masyarakat kurang mampu,” ucapnya.
Menurut Idrus, sistem penyalurannya akan dilakukan secara bertahap, karena Dinas Perkebunan juga akan berkoordinasi dengan pihak desa dan kecamatan untuk menyesuaikan dengan data sensus terakhir.
“Bantuan 400 kilogram beras dari Asian Agri – PT Tunggal Yunus Estate telah dilaporkan dan akan langsung diserahkan oleh Bupati Kampar,” bebernya.
Sementara itu, Jaka Hermanto sebagai Manager PT Tunggal Yunus Estate, Topaz mewakili Asian Agri mengucapkan selamat Hari Jadi ke 72 tahun Kabupaten Kampar.
Jaka mengatakan, bantuan beras ini bentuk wujud nyata kehadiran dan kepedulian Asian Agri – PT Tunggal Yunus Estate di bumi Kampar.
“Semoga bantuan beras ini dapat dirasakan oleh masyarakat Kampar, walau belum sepenuhnya tercukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Namun, inilah yang bantuan yang dapat dilakukan perusahaan,” ungkapnya.
Sekilas Mengenai Asian Agri:
Asian Agri merupakan salah satu perusahaan swasta nasional terkemuka di Indonesia yang memproduksi minyak sawit mentah (CPO) sejak tahun 1979. Hingga kini Asian Agri mengelola 100.000 hektar kebun kelapa sawit dan mempekerjakan 25.000 orang.
Sebagai perintis program Pemerintah Indonesia Perkebunan Inti Rakyat Transmigrasi (PIR-Trans), Asian Agri telah bermitra dengan 30.000 petani plasma di Riau dan Jambi yang mengelola 60.000 hektar kebun kelapa sawit, serta membina kemitraan dengan petani swadaya untuk membawa dampak positif terhadap kesejahteraan dan peningkatan ekonomi petani.
Dengan menerapkan kebijakan tanpa bakar dan praktik pengelolaan kebun secara berkelanjutan, Asian Agri membantu petani mitra untuk meningkatkan produktivitas, hasil panen, kemamputelusuran rantai pasok, sekaligus mendukung mereka memperoleh sertifikasi. Pabrik Asian Agri menerapkan teknologi terbaik memanfaatkan energi hijau yang dihasilkan secara mandiri, dalam rangka meminimalisasi emisi gas rumah kaca.
Lebih dari 86% dari perkebunan inti Asian Agri di Provinsi Sumatera Utara, Riau & Jambi serta 100% perkebunan petani plasma di Provinsi Riau & Jambi telah bersertifikat RSPO (Roundtable on Sustainable Palm Oil). Pada saat yang sama, ISCC (International Sustainability & Carbon Certification) telah dicapai oleh seluruh kebun baik yang dimiliki oleh Asian Agri maupun petani binaannya. Seluruh unit bisnis dalam naungan Asian Agri telah memperoleh sertifikat ISPO (Indonesian Sustainable Palm Oil).
Keberhasilan Asian Agri menjadi salah satu perusahaan produsen CPO terkemuka telah diakui secara internasional dengan sertifikasi ISO 14001 untuk semua operasinya. Learning Institute di Pelalawan, Riau, serta pusat pembibitan di Kampar, Riau, juga telah bersertifikat ISO 9001. Selain itu, pusat penelitian dan pengembangan Asian Agri di Tebing Tinggi juga telah memperoleh sertifikasi oleh International Plant – Analytical Exchange di lab WEPAL di Wageningen University di Belanda, untuk standar yang tinggi.(rls)
